Hosting Gratis
:: Selamat Datang diBlog Info Bandaraku ** Informasi Bandara - Maskapai Penerbangan - Teknologi Penerbangan ::

Friday, 13 June 2014

Kopi Hitam Temannya Pencari Ilmu & Pemersatu Para "Pengamat" di Warung Kopi


Morning Guys...Apakabar hari ini, semoga semua pembaca diberikan kesehatan dan kemudahaan dalam setiap aktifitasnya...Amin.
Pagi ini pukul 07.30 WITA saat alarm handphone cemburu melihat saya masih bermesraan dengan kasur dikamar, terasa sangat berat mata ini untuk terbuka lebar (maklum abis nonton bareng piala dunia Belanda Vs Spanyol..hehehe) namun saya harus bergegas bangun dan bersiap diri karena ada janji pekerjaan yang menunggu.
Sampai dikantor, tanpa basa-basi langsung menuju coffemaker untuk membuat secangkir espresso #kopihitam tanpa gula, lumayan bisa untuk mengganjal mata dan pastinya buat moodbooster hari ini dikala teman-teman libur kerja dan saya harus datang kekantor.
Hangat, rasa pahit & wangi aroma #kopihitam ini tiba-tiba mengajak imajinasi saya untuk terbang kesebuah masa dan tempat dimana banyak orang berbagi ilmu atau hanya sekedar berbincang tentang berbagai hal termasuk berita Dunia Penerbangan.

Monday, 9 June 2014

Mengenal FIDS (Flight Information Display System)


Siang para bloger..apa kabar hari ini guys ? semoga semua pembaca selalu diberikan limpahan kesehatan dan kemudahan disetiap aktifitasnya..amin.
Siang hari ini kita mencoba untuk membahas tentang FIDS ( flight information display system ), pada saat kita bepergian menggunakan jasa penerbangan atau pada saat kita berada di area bandar udara, kita pasti sering melihat sebuah papan pengumuman digital yang menampilkan informasi status penerbangan. Papan pengumuman digital tersebut sangat berguna sekali untuk calon penumpang ataupun penjemput penumpang karena didalam papan pengumuman tersebut tertera informasi tentang sebuah penerbangan.
Informasi yang disampaikan dalam papan pengumuman digital bandara antara lain:

  • Nama maskapai penerbangan. 
  • Nomer penerbangan. 
  • Tujuan atau asal penerbangan. 
  • Standar jam keberangkatan atau kedatangan. 
  • Status penerbangan (check in, boarding, departing, landing, on schecule, delay atau cancel flight). 

Penambahan Jadwal Penerbangan Menjelang Lebaran


Mudik Lebaran (pulang kampung) sudah menjadi sebuah tradisi khususnya masyarakat Indonesia pada saat momen Lebaran dan hal tersebut sudah berlangsung setiap tahunnya. Tradisi tersebut selalu dimanfaatkan oleh pelaku industri jasa transportasi untuk meningkatkan pendapatan/revenue dengan cara meningkatkan kapasitas angkut untuk mengakomodir perjalanan para pemudik tersebut.
Menjelang Lebaran tahun 2014 ini, seperti tahun-tahun sebelumnya para pelaku industri transportasi mulai sibuk mempersiapkan armada untuk mengakomodir masyarakat yang akan bepergian mudik lebaran. Tidak terkecuali Maskapai Penerbangan juga sudah berlomba-lomba mempersiapkan armadanya dan menambah jadwal penerbangan untuk meningkatkan kapasitas angkutnya. 
Berkaitan dengan angkutan mudik lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Direktorat Perhubungan Udara mengungkapkan telah menerima pengajuan penambahan frekuensi penerbangan dari lima maskapai penerbangan terhitung sejak 3 Juni 2014. Menurut Direktur Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murdjatmodjo, langkah itu diambul guna menghadapi lonjakan penumpang saat mudik lebaran. "Lima maskapai nasional yang mengajukan yaitu Lion Air, Air Asia, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dan NAM Air," kata dia. Djoko menyebutkan, lonjakan penumpang saat mudik lebaran diprediksi untuk penerbangan domestik dan luar negeri. Untuk itu, Kemenhub akan mengalokasikan sebanyak 209.440 kursi tambahan untuk lebaran. "Prediksinya untuk dalam negeri 2014 total penumpangnya 3.498.260, naik 5% dari tahun 2013 periode yang sama 3.127.000," kata dia. 

Pembobolan Bagasi Penumpang Pesawat

Selamat siang para blogger, apa kabarnya ? semoga para pembaca selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam setiap aktifitasnya..amin. Lama sudah saya tidak menyentuh blog ini dikarenakan aktifitas dan rutinitas "baru" yang menyita waktu dan "menjauhkan" saya untuk menulis diblog ini. Setelah hampir 3 bulan "ditempat" baru , rasa rindu untuk menulis dan berbagi tentang dunia penerbangan tiba-tiba menghampiri dan membuat saya kembali membuka blog ini...:).
Siang hari ini kita akan sedikit berbagi informasi tentang Pembobolan Bagasi Penumpang Pesawat Terbang, sebuah pengalaman tidak menyenangkan yang pernah dialami oleh beberapa teman anda atau mungkin anda sendiri pada saat bepergian menggunakan jasa penerbangan.

Sering mendapatkan cerita dari teman ataupun dari berita dimedia tentang pengalaman yang tidak menyenangkan karena mengetahui Bagasinya Dibobol pada saat tiba dibandara tujuan. Sebuah rencana perjalanan bisa menjadi berantakan karena ada beberapa isi bagasi yang hilang dan bahkan beberapa penumpang mengalami kehilangan barang berharganya pada kejadian tersebut. Kekecewaan penumpang yang mengalami Pembobolan Bagasi tersebut biasanya diungkapkan melalui komplain keras terhadap maskapai penerbangan, beberapa penumpang bahkan melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib hingga membawa masalah Pembobolan Bagasi ke jalur hukum karena kejadian tersebut merupakan tindak pidana.

Friday, 15 November 2013

"Thank You Indonesia" from Boeing dibadan Pesawat ke 100 Lion Air

Selamat siang para blogger, apa kabarnya ? setelah sekian lama tidak sempat untuk update blog ini karena kesibukan kerjaan yang menumpuk, rasanya kangen buat kembali berbagi informasi  seputar dunia penerbangan. Cukup banyak perkembangan informasi dunia penerbangan beberapa bulan ini yang rasanya terlewati untuk saya update dalam blog ini. Semoga saya masih bisa berbagi informasi dan saling belajar dengan media blog ini.


Sesuai dengan judul diatas, siang hari ini kita akan berbagi informasi tentang kedatangan armada baru Boeing 737-900ER milik maskapai Lion Air yang ke 100, pesawat tersebut merupakan pesawat ke 100 dari total pesanan sebanyak 408 pesawat tipe Boeing 737-800NG & 737-900ER. Penandatanganan kontrak kerjasama pemesanan 408 pesawat antara Lion Air dan Boeing Company dilakukan di Bali dan disaksikan oleh Presiden AS Barrack Obama.

Wednesday, 24 July 2013

Selamat Datang di Bandar Udara Internasional Kuala Namu ( KNIA )

Bandar Udara Kuala Namu ( KNIA ) Mulai Beroperasi Hari Ini


Hari ini tepat tanggal 25 Juli 2013 merupakan moment bersejarah bagi dunia penerbangan Indonesia khususnya PT. Angkasa Pura II sebagai BUMN pengelola Bandar Udara, hari ini adalah beroperasinya bandara baru Kuala Namu International Airport ( KNIA ) menggantikan bandara Polonia Medan  yang sudah waktunya pensiun karena trafic pesawat dan penumpang yang sudah melebihi kapasitas.


Mengenal Bandar Udara Kuala Namu ( KNIA ) Yang Berkonsep Ecogreen Airport Dan Terintegrasi Dengan ModaTransportasi Penunjang.

Kuala Namu ( KNIA ) merupakan bandara yang cukup megah dan memiliki fasilitas cukup canggih, dengan mengusung konsep Ecogreen KNIA memiliki ruang terbuka hijau lebih dari 20 persen dan memiliki bukaan ruang yang cukup banyak sehingga sinar matahari dan sirkulasi udara lebih banyak, hal tersebut membuat operasional KNIA lebih hemat energi listrik.


KNIA merupakan Bandara pertama di Indonesia yang terintgrasi dengan berbagai Moda penunjang transportasi. Memiliki jarak yang cukup jauh dari kota Medan sebagai ibukota Sumatera Utara tidak membuat KNIA terasa jauh karena PT. Angkasa Pura II sudah mempersiapkan Moda penunjang Transportasi yang terintegrasi. PT. Angkasa Pura II bekerjasama dengan PT. KAI membentuk PT. Railink sebagai perusahaan yang mengoperasikan moda penunjang kereta api untuk mengangkut calon penumpang menuju KNIA . Perjalanan menggunakan Kereta Api dari kota Medan menuju KNIA ditempuh dalam waktu sekitar 45 menit dengan fasilitas gerbong kereta yang sangat nyaman lengkap dengan fasilitas AC dan Wifi hanya dengan membayar tiket sebesar Rp. 80 ribu rupiah. Selain itu akses menuju KNIA bisa ditempuh menggunakan jalan tol yang cukup lancar dan bisa ditempuh sekitar 60menit dari kota Medan. 

Sunday, 7 April 2013

Rusdi Kirana, Sosok Dibalik Kesuksesan Lion Air Group

Mengenal Rusdi Kirana

Presiden Direktur Lion Air ini adalah pelopor penerapan konsep penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) di Indonesia. Gebrakannya meruntuhkan stereotip sebelumnya bahwa hanya orang kaya yang bisa naik pesawat. Hadirnya Lion Air dengan jargon We Make People Fly, membuat siapa saja kini bisa naik pesawat dengan harga tiket murah.
Pantas saja Warta Ekonomi menggelarinya Kapten Industri Penerbangan Indonesia. Rusdi Kirana, Pria kelahiran 17 Agustus 1963, oleh majalah ekonomi itu dinobatkan pula sebagai salah seorang Tokoh bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebab, langkah Rusdi masuk ke low cost carrier, dinilai telah menginspirasi pebisnis lainnya untuk beramai-ramai masuk ke industri penerbangan.
Dalam sebuah wawancara, Rusdi mengaku saat mendirikan perusahaan hanya berbekal kepercayaan. Rusdi dan kakaknya, Kusnan Kirana, awalnya hanya memiliki perusahaan penjualan tiket Lion Tours.
Dengan bekal pengalaman menjual tiket inilah, dua bersaudara ini menyewa satu pesawat Boeing 737-200, setelah mendapatkan izin penerbangan pada Oktober 1999. "Dari mana saya punya uang? Ini karena kepercayaan," katanya. Keyakinan itulah yang mengantarkan Kirana bersaudara bisa menerbangkan Lion Air pada 30 Juni 2000.
Dalam waktu singkat, Rusdi mampu membawa Lion Air melesat. Hanya dalam tempo enam tahun, Lion mampu memiliki 24 pesawat yang terdiri dari 19 MD80 dan lima pesawat DHC-8-301. Dari sisi jumlah penumpang, Lion bisa meraih 600.000 orang lebih per bulan atau menguasai 40% dari seluruh segmen pasar. Pada 2004 Lion Air menempati posisi kedua, setelah Garuda Indonesia, dalam hal jumlah penumpang yang diangkut.
Prestasi ini ternyata belum cukup bagi Rusdi. Ia masih terus mengembangkan sayap-sayap bisnis Lion Air dan berniat menjadi market leader dalam penerbangan domestik. Maka, ia pun terus mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari infrastruktur, rute penerbangan, hingga penambahan jumlah pesawatnya.
Untuk rute penerbangan, saat ini Lion Air telah mendarat di hampir semua kota besar di Indonesia. Di jalur internasional, Lion Air juga melayani penerbangan ke Singapura, Penang, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh, dan Jeddah. Mereka juga akan mengembangkan jalur ke Asia Tengah dan Asia Timur, seperti ke Hong Kong dan Cina.
Guna merealisasikan rencananya itu, tidak tanggung-tanggung, Rusdi membeli 60 pesawat Boeing 737 senilai US$3,9 miliar dan 234 pesawat Airbus A320 Series senilai 18,4 Miliar Euro.
Kalau melihat semua rencana dan perkembangan Lion Air saat ini, tampaknya Rusdi hanya tinggal selangkah lagi untuk menjadi pemain utama dalam bisnis penerbangan di Tanah Air
Kini Rusdi dan kakaknya sudah masuk dalam daftar orang kaya Indonesia dalam Forbes Asia. Hingga 2010, ia memiliki kekayaan US$580 juta atau sekitar Rp5,5 triliun.

Wooww...Lion Air Borong 234 Pesawat Airbus

Lion Air Memborong 234 Pesawat Airbus

Maskapai penerbangan asal Indonesia Lion Air, kembali mencetak sejarah. Setelah memborong pesawat Boeing senilai US$21 miliar pada November 2011 lalu dan disaksikan Presiden Barack Obama, kini perusahaan juga memborong pesawat Airbus senilai US$24 miliar.
Lion Air Indonesia memesan 234 pesawat Airbus jenis A320 yang terdiri dari 109 A320neo, 65 A321neo, dan 60 A320ceo. Pemesanan yang secara resmi dilakukan hari Senin, 18 Maret 2013, di Istana Elysée (Elysée Palais) Paris, dengan penandatanganan dokumen oleh pendiri dan CEO Lion Air, Rusdi Kirana dengan Presiden dan CEO Airbus, Fabrice Brégier, disaksikan langsung oleh Presiden Perancis, François Hollande.
François Hollande menilai transaksi ini menjadi yang terbesar sejarah penerbangan sipil dan akan menyelamatkan ekonomi Prancis. Bahkan, sangat kontras dengan apa yang terjadi di Eropa saat ini yang sedang dibayang-bayangi kekhawatiran bailout Siprus.
Lion Air Group akan menggunakan pesawat-pesawat itu untuk memenuhi kebutuhannya dalam mengembangkan rute domestik dan regional. Maskapai ini akan mengumumkan pilihan mesinnya dalam waktu dekat.

Penerbangan Perdana Malindo Air

Mengenal Malindo Air Sebagai Salah Satu Anak Perusahaan Dari Lion Group

Maskapai penerbangan Malindo Air berhasil terbang untuk perdana dengan sukses pada Jumat (22/3/2013). Presiden Direktur Malindo Air Chandran Rama Muthy mengatakan, Malindo Air berencana melebarkan sayapnya dengan membuka destinasi baru. Tidak tanggung-tanggung, anak usaha Lion Air ini bakal terbang ke 12 rute penerbangan tahun ini. Malindo bakal terbang ke Indonesia, India, hingga China. "ASEAN adalah pasar yang besar dan pasar berkembang. Makin banyak maskapai yang ingin terbang dan keterhubungan itu penting," katanya saat penerbangan perdana Malindo Air di Bandara Internasional Kuala Lumpur seperti dilansir Bernama, Sabtu (23/3/2013).
Dalam satu dekade ke depan diharapkan perusahaan ini bakal mengoperasikan 100 pesawat termasuk 5 pesawat terbaru Boeing 787 Dreamliners yang siap datang di 2015. Pesawat terbaru Boeing itu siap diterbangkan Malindo Airways ke Eropa.
Malindo Airways merupakan perusahaan patungan antara National Aerospace & Defence Industries (NADI) Malaysia bersama Lion Group.

Friday, 1 March 2013

Mengenal Wings Air

Wings Air Sebagai Anak Perusahaan Lion Air Group
Wings Air mulai beroperasi pada tanggal 13 Juni 2003. Kepemilikan sahamnya 100% dikuasai oleh Lion Air. Wings Air didirikan oleh Lion Air sebagai perusahaan penerbangan yang akan menunjang operasional Lion Air yaitu sebagai penghubung / Feader penumpang Lion Air yang berada didaerah terpencil yang sulit dijangkau oleh pesawat - pesawat Lion Air yang menggunakan karena keterbatasan fasilitas bandara.  Sejumlah rute penerbangan domestik yang telah dilayani maskapai ini antara lain Denpasar, FakFak, Jakarta, Malang, Lhokseumawe, Nagan Raya, Luwuk, Manado, Mataram, Medan, Melonguane, Yogyakarta, Ende, Gunung Sitoli, Pomalaa, Sibolga, Silangit, Maumere, Labuan Bajo, Tanjung Pinang, Tual, Mamuju, Kota Baru, Labuha, Sumbawa, Buli, Bau-Bau, Nabire, Palembang, Natuna, Tobelo, Tambolaka, Bima, Pekanbaru, Sorong, Ternate, Makassar, Merauke, dan Bandung. Pada tanggal 7 Maret 2011 lalu Wings Air juga membuka rute penerbangan dengan kota tujuan Malang-Denpasar. Untuk rute penerbangan internasional yang sudah dibuka yakni Penang dan Malaka (Malaysia).

Hingga saat ini, Wings Air telah memiliki 30 armada. 22 di antaranya adalah pesawat berjenis ATR 72-500, 2 unit pesawat jenis DHC Dash 8-301, 6 unit pesawat jenis Mc Donnell Douglas (MD-82). Sebagai komitmen Wings Air untuk meningkatkan kualitas pelayanannya kepada penumpang, pada bulan Pebruari 2011 Wings Air memesanan 15 unit pesawat jenis ATR 72-600 kepada An Alenia Aeronoutica and EADS Joint Venture. Untuk mendapatkan investasi dana senilai Rp. 5,8 triliun ini, Wings Air bekerja sama dengan Bank BNI dan Bank CACIB Perancis.

Saturday, 23 February 2013

Happy Anniversary 49th Angkasa Pura 1 Airports

JAKARTA - Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-49 PT Angkasa Pura I (Persero) Tahun 2013 dilaksanakan di Kantor Pusat Angkasa Pura Airports, Grha Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta, Rabu pagi (20/02). Upacara yang dimulai pada pukul 07.30 WIB dan diikuti oleh sekitar 300-an peserta ini dihadiri oleh jajaran direksi serta seluruh staf dan karyawan Angkasa Pura Airports dan anak-anak perusahaan. President Director Angkasa Pura Airports Tommy Soetomo bertindak sebagai Inspektur Upacara, sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Nugroho Jati (Organization Development & Change Management Dept. Head).

Dalam sambutannya, Tommy meminta seluruh staf dan karyawan agar memiliki optimisme, antusiasme, berpikir positif, kreatif, dan hasrat yang tinggi untuk senantiasa dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan. "Insan Angkasa Pura Airports adalah manusia yang dapat bekerja sama satu sama lain dengan harmonis dan mampu menghargai hasil kerja orang lain. Saya yakin bahwa atribut seperti itu ada pada Anda sekalian," ujar Tommy.

Mengenal Mandala Air - Partner Airline of Tiger Airways



SEJARAH SINGKAT MANDALA AIR
Mandala adalah maskapai nasional berumur 40 tahun yang telah dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International di tahun 2006. Pembelian Mandala didasarkan pada pertimbangan bahwa potensi yang bisa diraih terkait dengan peluang pertumbuhan bisnis penerbangan di dunia ketiga, setelah China dan India. Dengan pasar domestik yang lebih besar dari India, investasi melalui Mandala, memberi peluang bagi Mandala untuk memanfaatkan jaringan rute penerbangan yang luas dengan brand nasional yang kuat serta memungkinkan menjadikan Mandala sebagai maskapai penerbangan modern yang menawarkan keamanan, dapat diandalkan, dengan harga terjangkau.
Pada 2007, Mandala telah memesan 30 pesawat Airbus baru senilai 2,3 miliar dolar AS, Mandala dikelola jajaran manajemen berpengalaman internasional. Mandala juga telah menghentikan penggunaan semua Pesawat Boeingnya dan menjalin kerja sama dengan Singapore Airlines Engineering Company untuk perawatan pesawat.
Mandala kini menawarkan jaringan pelayanan yang luas untuk 17 tujuan penerbangan, dengan menggunakan pesawat yang aman dan armada Airbus A320 dan A319 dengan ketepatan jadwal, kebersihan pesawat terjaga serta penawaran harga yang sangat terjangkau.

Wednesday, 30 January 2013

Mengenal Batik Air

MENGENAL BATIK AIR SEBAGAI MASKAPAI FULL SERVICE DARI LION GROUP



Batik Air adalah anak usaha Lion Mentari Airlines yang fokus pada layanan full service, ditargetkan bisa beroperasi pada April 2013. Rencananya, Lion akan mengoperasikan Boeing 737-900ER dan Boeing 787 Dreamliners untuk anak usahanya tersebut.

Edward Sirait, Direktur Umum Lion Air, mengatakan saat ini perseroan masih menunggu penerbitan sertifikat Air Operator Certifikat (AOC) dari Kementerian Perhubungan. "Persiapan masih berjalan, tinggal tunggu proses AOC. Dokumen sudah rampung," kata Edward .

Batavia Air Stop Beroperasi 31 Januari 2013

BATAVIA AIR STOP BEROPERASI SEJAK 31 JANUARI 2013


Batavia Air baru saja dinyatakan palit oleh PN Jakpus dan berhenti beroperasi pada 31 Januari 2013 pukul 00.00 WIB. Untuk traveler yang sudah terlanjur melakukan pemesanan tiket, ini dia proses refund-nya.


Manajer Humas Batavia Air, Elly Simanjuntak dalam siaran pers, Rabu (30/1/2013) memberikan penjelasan khusus.

"Adanya informasi negatif dan simpang siur mengenai Batavia Air yang beredar selama beberapa waktu terakhir ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan para agen, pelanggan, dan partner bisnis Batavia Air," jelas Elly.

Friday, 7 December 2012

Mengenal Citilink



Tentang Citilink
Citilink menyediakan layanan penerbangan berbiaya murah ke berbagai destinasi menarik di Indonesia. Kami adalah konsep dinamisdari Garuda Indonesia Airways.Tanggal 5 Juli 2012 Citilink meresmikan penerimaan sertifikat Air Operation Certificate (AOC) dari Kementrian Perhubungan Republik Indonesia. Sertifikat ini menandai era baru perubahan dalam manajemen Citilink yang sebelumnya berada di bawah manajemen PT Garuda Indonesia Tbk., untuk menjadi manajemen yang dinamis dan mandiri. AOC adalah sertifikasi yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan RI bagi perusahaan maskapai yang resmi beroperasi di Indonesia. Selama ini, sebagai anak perusahaan PT Garuda Indonesia Tbk., Citilink beroperasi dengan menggunakan AOC milik Garuda Indonesia. Kini dengan memiliki AOC sendiri, Citilink resmi menjadi salah satu maskapai Indonesia yang independen.
Atas keberhasilan mendapatkan AOC tersebut, Citilink kini memiliki 70 rutedomestik dan 16 rute regional. Citilink belum akan menambahkan rute regional hingga tengah tahun depan.Tujuan baru lainnya sedang kami rencanakan yaitu rute Yogyakarta, Padang, Semarang, Pekanbaru dan Sorong. 

Armada Kami

Sekarang Citilink mengoperasikan 16 pesawat yaitu 10 buah pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi, 6 buah pesawat Boeing 737-300 dengan kapasitas 148 kursi, dan 1 buah pesawat Boeing 737-400 dengan kapasitas 170 kursi. Citilink melayani 76 frekuensi penerbangan ke Surabaya, Batam, Banjarmasin, Denpasar, Balikpapan, Medan, Makassar dan Lombok dari dua hub kami di Jakarta dan Surabaya. Target Citilink adalah memiliki 21 buah pesawat sampai akhir tahun 2012, dan 50 pesawat sampai tahun 2015

Tentang Batavia Air

Latar Belakang
Batavia Air telah memulai bisnis di Indonesia lebih dari duapuluh tahun. Dimulai dari usaha travel agent dan tumbuh menjadi usaha charter angkutan udara. Batavia Air berdiri pada tahun 2001. Kemudian pada tahun 2002, Batavia Air memperoleh Sertifikasi sebagai Operator Penerbangan. 
Dengan pengalaman di bidang usaha biro perjalanan dan industri angkutan udara, dan didukung dengan armada yang dapat dipercaya disertai sumber daya manusia yang handal, kami percaya dan optimis dapat bertahan didalam melaksanakan kompetisi angkutan udara.

Trust Us To Fly
Semboyan kami “ Trust Us to Fly “ telah menginspirasi seluruh karyawan untuk mencurahkan segala usahanya yang tulus dengan memberikan hasil kerja yang terbaik bagi kelangsungan hidup perusahaan dalam rangka untuk mempersembahkan yang terbaik bagi pelanggan kami.
Dengan komitment dan integritas yang tinggi, menjadikan kami sebagai penerbangan yang dapat diandalkan sehingga para pelanggan kami percaya untuk terbang bersama kami. 

Mengenal Bandara Sultan Hassanudin

SEJARAH BANDARA SULTAN HASSANUDIN MAKASAR


Lapangan Terbang Kadieng - Bandar Udara Hasanuddin pada tahun 1935 dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Lapangan Terbang Kadieng, yang terletak sekitar 22 kilometer disebelah utara kota Makassar dengan konstruksi lapangan terbang rumput. Lapangan terbang dengan landasan rumput yang berukuran 1,600 m x 45 m (Runway 08-26) diresmikan pada tanggal 27 September 1937, ditandai dengan adanya penerbangan komersial yang menghubungkan Surabaya - Makassar, dengan Pesawat jenis Douglas D2/F6 oleh perusahaan KNILM (Koningklijke Netherland Indische Luchtvaan Maatschappij). 

Pada tahun 1942 oleh pemerintah pendudukan Jepang, landasan tersebut ditingkatkan dengan konstruksi beton berukuran 1,600 m x 45 m yang sekarang menjadi Lapangan Terbang ini diubah namanya menjadi Lapangan Terbang MANDAI. Tahun 1945 pemerintah SEKUTU (Hindia Belanda) membangun landasan baru dengan konstruksi onderlaag (Runway 13-31)berukuran 1745 m x 45 m ,yang mengerahkan 4000 orang ex tentara Romusha.

Pengertian Lepas Landas ( Take Off )

Sering kali pada saat kita bepergian menggunakan transportasi udara mendengar istilah Lepas Landas / Take Off pada saat kita berada didalam pesawat sesaat setelah boarding...berikut adalah pengertian dan penjelasaan istilah tersebut.


Lepas landas atau sering dikenal dengan Take Off adalah fase dalam penerbangan di mana sebuah pesawat udara berpindah dari bergerak di atas permukaan menjadi terbang di udara, biasanya pada sebuah landasan pacu. Untuk pesawat udara seperti balon udara dan helikopter, tidak diperlukan landasan pacu. Lepas landas adalah kebalikan dari mendarat.

Kecepatan diperlukan dalam Lepas landas sangat bervariasi yaitu menurut faktor seperti kepadatan udara, pesawat terbang berat bruto, dan pesawat terbang bentuk wujud ( posisi flap dan/atau slat bisa diterapkan). Kepadatan udara, pada gilirannya, dimakan karat oleh faktor seperti temperatur udara dan tingginya bidang. Hubungan ini antara temperatur, ketinggian, dan kepadatan udara dapat dinyatakan sebagai ketinggian kepadatan, atau ketinggian di dalam Atmospir Standard Internasional yang dimana kepadatan akan sepadan dengan kepadatan udara yang nyata.

Monday, 3 December 2012

Tentang Sriwijaya Air

SEJARAH SRIWIJAYA AIR


PT SRIWIJAYA AIR lahir sebagai perusahaan swasta murni yang didirikan oleh Chandra Lie, Hendry Lie, Johannes Bunjamin, dan Andy Halim. Sriwijaya air kemudian memulai usahanya dengan bermodalkan satu armada Boeing 737-200. Beberapa tenaga ahli yang turut menjadi pionir berdirinya Sriwijaya Air diantaranya adalah Supardi, Capt. Kusnadi, Capt. Adil W, Capt. Harwick L, Gabriella, Suwarsono dan Joko Widodo.

Pada tahun 2003, tepat pada hari Pahlawan, 10 November, Sriwijaya Air memulai penerbangan perdananya dengan menerbangi rute Jakarta-Pangkalpinang PP, Jakarta-Palembang PP, Jakarta-Jambi PP, dan Jakarta-Pontianak PP. Saat ini, Sriwijaya Air memiliki 32 Armada Boeing dengan melayani total 41 rute termasuk rute regional Medan-Penang PP dan rute international lainnya. Dalam rangka pengembangan rute dan pangsa pasar, tahun ini Sriwijaya Air akan mendatangkan tambahan armada Boeing seri 737-800 New Generation (NG).

Dalam perawatan dan pemeliharaan armada, Sriwijaya Air melakukan kerjasama dengan PT Aero Nusantara Indonesia (ANI) dan Garuda Maintenance Facility (GMF) sebagai maintenance provider terpercaya di Indonesia yang bertaraf internasional. Kerjasama ini dimaksudkan aagar para pelanggan Sriwijaya Air akan mendapatkan keamanan dan kenyamanan yang optimal. Selain itu, tenaga kerja yang dimiliki Sriwijaya Air merupakan sumber daya manusia (SDM) pilihan yang terampil, ramah dan terpercaya.

Profile

Sriwijaya Air adalah salah satu maskapai terbesar di Indonesia yang menerbangkan lebih dari 700.000 penumpang setiap bulannya. Merambah lebih dari 41 destinasi termasuk dua negara di tingkat regional dan daerah-daerah tujuan wisata populer lainnya di seluruh Indonesia.

Sriwijaya Air berkonsentrasi pada bisnis penerbangan penumpang dan layanan pengiriman barang, dengan jangkauan nasional maupun regional. 
Sejak berdiri pada 10 November 2003, Sriwijaya air berhasil mencapai target-target yang dikemas dalam misi dan visinya, seperti: mengedepankan layanan berkualitas, menjadi maskapai penerbangan yang mampu bersaing secara nasional maupun regional, siap berekspansi bisnis pada level dunia, mengadopsi tekonologi terkini dan manajemen perusahaan yang efektif dan efisien, mengundang turis domestik dan internasional ke berbagai destinasi, serta untung secara bisnis.

Maskapai Sriwijaya Air yang berbasis di Jakarta, berhasil bertahan dan keluar dari krisis global 2008 tanpa kerugian yang berarti. Bahkan terus melakukan ekspansi ke timur Indonesia dengan armada-armada baru.

Monday, 8 October 2012

Mengenal Lebih Dekat Lion Air

Lion Air secara resmi berdiri pada bulan Oktober 1999 namun baru beroperasi pada bulan Juni 2000. Pada awal beroperasinya, Lion Air hanya menggunakan sebuah pesawat jenis Boeing 737-200. Maskapai ini terkenal dengan tarifnya yang murah dan merupakan maskapai pertama di Asia yang memberlakukan dua kelas, yakni bisnis dan ekonomi.

Agar Lion Air bisa memberikan pelayanan bertarif murah, pesawat yang dipakai oleh maskapai ini didominasi jenis MD-80 yang terkenal lebih efisien dan mampu memberikan kenyamanan. Hingga tahun 2005, Lion Air telah memiliki 24 armada yang terdiri dari 19 seri Mc Donnell Douglas MD-82 dan 5 pesawat jenis DHC-8-301. Rute penerbangan domestik yang dilayani Lion Air antara lain Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Bengkulu, Jambi, Batam, Pangkal Pinang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Denpasar, Sumbawa, Mataram, Bima, Kupang, Balikpapan, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Makasar, Manado, Gorontalo, Palu, Luwuk, Kendari, Ujung Pandang, Tahuna, Ternate, Ambon, Tual, Sorong, Fak Fak, Kaimana, Nabire, dan Jayapura. Untuk rute penerbangan internasional di antaranya Singapura, Malaysia (Penang dan Kuala Lumpur), dan Vietnam (Ho Chi Minh).

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanannya, sejak tahun 2007 Lion Air telah memesan 178 unit pesawat jenis Boeing 737-900ER yang telah dikirim secara bertahap hingga tahun 2014 nanti. Bahkan Lion Air dengan armada barunya yakni pesawat Boeing 747-400, juga berencana melayani rute penerbangan umroh dan haji yang selama ini didominasi oleh Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines.