Mudik Lebaran (pulang kampung) sudah menjadi sebuah tradisi khususnya masyarakat Indonesia pada saat momen Lebaran dan hal tersebut sudah berlangsung setiap tahunnya. Tradisi tersebut selalu dimanfaatkan oleh pelaku industri jasa transportasi untuk meningkatkan pendapatan/revenue dengan cara meningkatkan kapasitas angkut untuk mengakomodir perjalanan para pemudik tersebut.
Menjelang Lebaran tahun 2014 ini, seperti tahun-tahun sebelumnya para pelaku industri transportasi mulai sibuk mempersiapkan armada untuk mengakomodir masyarakat yang akan bepergian mudik lebaran. Tidak terkecuali Maskapai Penerbangan juga sudah berlomba-lomba mempersiapkan armadanya dan menambah jadwal penerbangan untuk meningkatkan kapasitas angkutnya.
Berkaitan dengan angkutan mudik lebaran tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Direktorat Perhubungan Udara mengungkapkan telah menerima pengajuan penambahan frekuensi penerbangan dari lima maskapai penerbangan terhitung sejak 3 Juni 2014. Menurut Direktur Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murdjatmodjo, langkah itu diambul guna menghadapi lonjakan penumpang saat mudik lebaran. "Lima maskapai nasional yang mengajukan yaitu Lion Air, Air Asia, Sriwijaya Air, Garuda Indonesia, dan NAM Air," kata dia. Djoko menyebutkan, lonjakan penumpang saat mudik lebaran diprediksi untuk penerbangan domestik dan luar negeri. Untuk itu, Kemenhub akan mengalokasikan sebanyak 209.440 kursi tambahan untuk lebaran. "Prediksinya untuk dalam negeri 2014 total penumpangnya 3.498.260, naik 5% dari tahun 2013 periode yang sama 3.127.000," kata dia.
.jpg)